Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket bantuan militer terbaru senilai US$ 500 juta (sekitar Rp 8 triliun) untuk Ukraina. Bantuan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dengan tujuan meningkatkan dukungan bagi Kyiv dalam menghadapi serangan Rusia. Langkah ini diambil sebelum Presiden terpilih AS, Donald Trump, menjabat.
Rincian Bantuan:
-
Isi Paket: Senjata, peralatan militer, amunisi HIMARS, drone, kendaraan lapis baja, serta perlindungan dari serangan kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.
-
Sumber Dana: Diambilkan dari pasokan militer AS.
Mendahului Kekhawatiran:
-
Kekhawatiran Sebelumnya: Kemenangan Trump dalam pemilihan presiden menimbulkan keraguan tentang kelanjutan bantuan AS. Partai Republik menyebut kemungkinan pengurangan bantuan di bawah pemerintahan Trump.
-
Komitmen Biden: Pemerintahan Biden berupaya memberikan sebanyak mungkin bantuan sebelum pergantian kekuasaan.
Kelanjutan Dukungan:
-
Paket Menyusul: Bantuan ini menambah dua paket bantuan sebelumnya senilai US$ 988 juta dan US$ 725 juta yang diumumkan pada bulan yang sama.
-
Jaminan AS: Menurut Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby, AS akan terus memberikan bantuan hingga akhir masa pemerintahan ini.
Upaya AS dalam memberikan dukungan militer kepada Ukraina menjadi sorotan seiring dengan geopolitik di Eropa Timur, terutama dalam konteks konflik dengan Rusia.